Lanjutan dari cerita sebelumnya :)
Keesokan harinya mentari pagi diujung timur sudah mulai
menyinari sebagian kamarku. Aku agak malas buat bangun pagi-pagi seperti ini,
rasanya tak ingin terbangun untuk hari ini saja. Tapi apa boleh buat, semakin
aku mengelak semakin nyata pula kenyataan yang harus aku hadapi hari ini.
Ponselku berdering, nomor yang semalam menelfonku kembali tertera diponselku,
ada ragu dalam benakku untuk tak mengangkatnya. Tapi rasa kasianku sungguh
besar apabila aku tak menjawab telepon dari bayu, aku tak mau bayu mikir yang
enggak-enggak. Aku harus ikut senang melihat bayu senang.
“Selamat pagi elsa” suara lirih bayu. Aku senang
mendengarnya bila bayu bisa kembali seperti dulu, sebelum seminggu yang lalu.
Setiap pagi, setiap menit bahkan tiap detik
bayu selalu bersamaku.
“Pagi juga bay” jawabku
“Aku udah nepati janjiku kan el? Aku gak ngilang-ngilang lagi kayak kemarin-kemarin.” Ungkapnya.
“Hahaha iya bay bisa aja kamu tuh”
“Baru bangun kamu el?”
“Iya bay baru bangun, kamu jadi pulang hari ini?”
“Iya el, jdi dong. Aku udah kangen sama idungmu yang pesek. Bawaannya pengen cepet-cepet ketemu idungmu.”
“Oh jadi gitu, lebih kangen sama idungnya ketimbang sama orangnya.”
“hiihh ngambek, jelek ah ngambek gitu”
“Biarin lah, yang dibahas hidung mulu. Kamu belum sarapan kan?”
“Kok kamu tau el?”
“Iya tau lah, kan biasanya kamu kalau sarapan disatuin sama makan siang, maklum anak kost”
“Hahaha dasar pisek, yaudah aku tak mandi dulu ya nanti sore jam 4 aku jemput dirumah ya, harus sudah siap ya, dandan yang cantik ya.”
“ngapain aku harus dandan buat kamu, ogah ah. Udah dulu ya bay, aku dipanggil mama, gak enak daritadi aku belum bangun. See you”
“Iya sek pesek”
“Aku udah nepati janjiku kan el? Aku gak ngilang-ngilang lagi kayak kemarin-kemarin.” Ungkapnya.
“Hahaha iya bay bisa aja kamu tuh”
“Baru bangun kamu el?”
“Iya bay baru bangun, kamu jadi pulang hari ini?”
“Iya el, jdi dong. Aku udah kangen sama idungmu yang pesek. Bawaannya pengen cepet-cepet ketemu idungmu.”
“Oh jadi gitu, lebih kangen sama idungnya ketimbang sama orangnya.”
“hiihh ngambek, jelek ah ngambek gitu”
“Biarin lah, yang dibahas hidung mulu. Kamu belum sarapan kan?”
“Kok kamu tau el?”
“Iya tau lah, kan biasanya kamu kalau sarapan disatuin sama makan siang, maklum anak kost”
“Hahaha dasar pisek, yaudah aku tak mandi dulu ya nanti sore jam 4 aku jemput dirumah ya, harus sudah siap ya, dandan yang cantik ya.”
“ngapain aku harus dandan buat kamu, ogah ah. Udah dulu ya bay, aku dipanggil mama, gak enak daritadi aku belum bangun. See you”
“Iya sek pesek”
Setelah mematikan telepon, perasaanku jauh lebih
tenang ketimbang sebelumnya. Aku hampir tak sadar bahwasannya bayu balik ke
kudus hanya ingin bercerita tentang wanita yang didambanya, wanita udah
berhasil merebut perhatiannya, bukan merebut sih seharusnya, mengambil lebih
tepatnya. Wanita yang udah berhasil juga mengambil hati bayu.
Pukul 4 sore, aku sudah menyiapkan segala sesuatu.
Aku tinggal menunggu bayu menjemputku. Sembari menunggu bayu menjemputku, aku
berulang kali menengok jam dinding yang tertempel rapi didekat poster fotoku
bersama bayu dan kedua adikku. Sudah jam 4.15 menit, dan bayu tak kunjung
datang. Kucoba menghubunginya tapi tak ada respon. Yasudah ku tunggu dia
10menit lagi. Setelah lama menunggu bayu yang tak kunjung datang, aku bergegas
berangkat sendiri ke kedai. Lalu sebelum aku bergegas meninggalkan rumah, ku
kirim sms ke bayu
Bay, aku langsung ke kedai saja ya, aku tunggu kamu disana. Iya terkirim.
Bay, aku langsung ke kedai saja ya, aku tunggu kamu disana. Iya terkirim.
Di kedai, lagi-lagi aku disambut oleh
waiters-waiters kedai yang sangat ramah tamah ini, kedai sore ini agak sepi,
mungkin nanti menjelang maghrib baru mulai banyak pengunjung yang datang.
Suasana kayak begini yang sebenarnya aku inginkan. Tak terlalu rame. Kembali ku
pesan kopi panas ditambah gula sedikit. Kupilih tempat duduk yang biasanya aku
sama bayu tempati setiap kali berkunjung kesini. Ponselku berdering, pesan baru
dari bayu : El, kamu dimana? Aku udah
dirumahmu. Malah kamu ke kedai duluan. Yaudah aku langsung kesana. Tungguin ya.
Lega sekali rasanya membaca pesannya tadi. mengingat sebentar lagi aku bertemu
dan berbincang-bincang kembali bersama bayu, rasanya udah lama sekali aku tak
mnghabiskan waktu bareng dia. Padahal hanya seminggu saja bayu ngilang dan tak
ada kabar, berasa sudah sebulan tak bertemu dengannya. Ah aku berlebihan.
Terlintas kembali dikepalaku tentang apa yang ingin dikatakan dan diceritakan
bayu padaku nanti. Dia menemuiku hanya ingin menceritakan bahwa dia telah jatuh
hati kepada wanita lain, aku meyakinkan diriku untuk tetap tegar mendengar
semua cerita bayu dan merespon baik semua cerita bayu nanti. Bayu hanyaa
mengganggapku sebagai sahabat kecilnya, sering dia berkata dia mengganggapku
sebagai adiknya. Hatiku berontak tiap kali bayu mengganggapku sebagai adiknya,
aku ingin lebih dari sekedar adik tapi aku bisa apa kalau bayu tak mempunyai
perasaan yang sama denganku?
“Aku melempar pandangan kearah pintu masuk, terlihat sosok pria yang taka sing
lagi buatku, pria ini jauh lebih keren dari sebelumnya, pria ini terlihat
berwibawa ketimbang biasanya. Iya bayu. Hari ini bayu terlihat sangat berbeda
dari sebelumnya. Aku terkejut melihat perubahan bayu yang begitu drastis.
Lantas timbul pertanyaan dibenakku siapakah yang sudah membuat bayu berubah
begini? Wanita yang ingin diceritakannya nanti kah?
“Hay el, aku mencarimu kerumah tadi” sapanya ketika
memasuki pintu masuk.
“Sory bay, aku tadi sudah menunggumu lama, yaudah aku mutusin kesini sendiri” jawabku singkat.
“Sory bay, aku tadi sudah menunggumu lama, yaudah aku mutusin kesini sendiri” jawabku singkat.
Sebentar, siapa wanita yang sedang jalan disamping
bayu? Wanita yang tak pernah aku lihat sebelumnya, wanita yang tak aku kenali.
Terlihat tangan bayu menggandeng wanita tersebut, bayu menawarinya aneka menu
kopi yang ingin dipesannya. Persis seperti pertama kali bayu memperlakukanku
ketika mengunjungi kedai ini. Apa mungkin itu wanita yang mau diceritakannya
padaku? aduh kenapa hatiku rasanya ingin berontak, tapi aku tak punya hak untuk
melakukan hal tersebut. Bayu dan wanita itu mendekatiku, aku mencoba untuk
menahan semua itu, aku harus Nampak baik-baik saja. Harus.
“El kamu ngeselin banget sih dicariin dari tadi
dirumah gak ada taunya udah disini” katanya sambil mengacak-ngacak rambutku.
“Hahaha (ketawa yang kupaksakan) iya map bay” jawabku
“Oh ya el, kenalin nih temanku, namanya citra.”
“Aku elsa” kataku sambil mengulurkan tanganku.
“Aku citra” jawabnya sambil membalas uluran tanganku.
“Oh ya cit, ini elsa. Sahabat tersayangku sejak kecil, dia yang selama ini ada buatku.
“Hahaha (ketawa yang kupaksakan) iya map bay” jawabku
“Oh ya el, kenalin nih temanku, namanya citra.”
“Aku elsa” kataku sambil mengulurkan tanganku.
“Aku citra” jawabnya sambil membalas uluran tanganku.
“Oh ya cit, ini elsa. Sahabat tersayangku sejak kecil, dia yang selama ini ada buatku.
Yang sering aku ceritakan padamu itu. Dia ini udah kek adekku sendiri”
ungkapnya dengan merangkul lenganku.
Rasanya aku ingin menjerit, ingin berontak, ketika
bayu melontarkan kata-kata tadi, bagian terakhir dari kalimatnya tadi begini “Dia udah kek adekku sendiri” sudah
kuduga kalau bayu hanya menganggapku seperti ini, dia hanya menggangpku sebagai
sahabatnya, sebagai adeknya. Aku benar-benar tak karuan saat ini. Aku tak bisa
berkata apa-apa, rasanya aku ingin pergi dari hadapan mereka berdua.
“el, ini citra yang mau aku ceritakan ke kamu” bayu
berkata
“Eh ini bay yang katanya bisa membuat kamu jatuh hati. Ciye bayu” kataku mencoba biasa saja. Telihat citra Nampak tersipu malu-malu mendengar ucapanku tadi, bayu juga Nampak salah tingkah. Ah beneran. Bayu memang sudah menambatkan hatinya ke citra.
“Eh ini bay yang katanya bisa membuat kamu jatuh hati. Ciye bayu” kataku mencoba biasa saja. Telihat citra Nampak tersipu malu-malu mendengar ucapanku tadi, bayu juga Nampak salah tingkah. Ah beneran. Bayu memang sudah menambatkan hatinya ke citra.
“kamu bisa aja el” jawab bayu malu-malu.
“menurutmu gimana aku sama citra? Cocok gak?” katanya
“Emmm cocok kok kalau kamunya cocok cocok saja” jawabku sedikit berbohong.
“Citra itu orangnya cantik kan el? Dia ini pintar banget lho el, gak kayak kamu bisanya galau terus………………” ungkap bayu. Aku mencoba tak mendengarkan apa yang diungkapkan sama bayu, aku merasa muak. Bayu selalu mengunggul-unggulkan kekasih barunya, selalu membeda-bedakanku. Merasa kalau kekasihnya adalah seseorang yang benar-benar sempurna dimatanya. Aku sedikit kecewa denganmu bayu, seharusnya bayu tak bertingkah seperti ini. Seharusnya dia ingat, bukan kekasihnya yang selalu menemaninya selama ini, tapi aku yang selalu ada buatnya dalam keadaan apapun. Ok malam ini kamu bercerita banyak tentang keunggulan kekasihmu tanpa menyadari betapa mirisnya hatiku mendengarnya. Malam ini kamu sudah memberikanku kejutan yang tak aku sangka-sangka sebelumnya. Terima kasih kejutannya bay, kamu berhasil membuatku terkejut dan menitihkan airmata setelah pertemuan kita kali ini selama seminggu kamu ngilang dan tak kasih kabar ke aku dan tiba-tiba kamu datang kejutan yang benar-benar mengejutkan. Tak ada yang aku bisa lakukan selain berbahagialah dengan kekasihmu bay, tak usah memikirkanku, lama kelamaan kamu pasti akan sedikit menggantikan posisiku dengan kekasih barumu itu. Dan kembalilah jika suatu saat wanitamu tak bisa seperti apa yang kamu harapkan. Kembalilah sebelum aku yang tak akan benar-benar menerimamu kembali. Jangan sampai terlambat bay. Ingat akulah seseorang yang selalu ada buat kamu sejak dulu, aku yang menemani hari-harimu selama ini, dan sekarang dengan mudahnya kamu mau menggeser posisiku. Tak apa bay, selama itu bisa membuatmu bahagia. Tak usah kau hiraukan diriku.
“menurutmu gimana aku sama citra? Cocok gak?” katanya
“Emmm cocok kok kalau kamunya cocok cocok saja” jawabku sedikit berbohong.
“Citra itu orangnya cantik kan el? Dia ini pintar banget lho el, gak kayak kamu bisanya galau terus………………” ungkap bayu. Aku mencoba tak mendengarkan apa yang diungkapkan sama bayu, aku merasa muak. Bayu selalu mengunggul-unggulkan kekasih barunya, selalu membeda-bedakanku. Merasa kalau kekasihnya adalah seseorang yang benar-benar sempurna dimatanya. Aku sedikit kecewa denganmu bayu, seharusnya bayu tak bertingkah seperti ini. Seharusnya dia ingat, bukan kekasihnya yang selalu menemaninya selama ini, tapi aku yang selalu ada buatnya dalam keadaan apapun. Ok malam ini kamu bercerita banyak tentang keunggulan kekasihmu tanpa menyadari betapa mirisnya hatiku mendengarnya. Malam ini kamu sudah memberikanku kejutan yang tak aku sangka-sangka sebelumnya. Terima kasih kejutannya bay, kamu berhasil membuatku terkejut dan menitihkan airmata setelah pertemuan kita kali ini selama seminggu kamu ngilang dan tak kasih kabar ke aku dan tiba-tiba kamu datang kejutan yang benar-benar mengejutkan. Tak ada yang aku bisa lakukan selain berbahagialah dengan kekasihmu bay, tak usah memikirkanku, lama kelamaan kamu pasti akan sedikit menggantikan posisiku dengan kekasih barumu itu. Dan kembalilah jika suatu saat wanitamu tak bisa seperti apa yang kamu harapkan. Kembalilah sebelum aku yang tak akan benar-benar menerimamu kembali. Jangan sampai terlambat bay. Ingat akulah seseorang yang selalu ada buat kamu sejak dulu, aku yang menemani hari-harimu selama ini, dan sekarang dengan mudahnya kamu mau menggeser posisiku. Tak apa bay, selama itu bisa membuatmu bahagia. Tak usah kau hiraukan diriku.
Tertanda.
Aku, yang selalu kau anggap sahabat/adekmu.
Aku, yang selalu kau anggap sahabat/adekmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar