Maafkan hatiku yang
sudah lancang merindukan dirimu, ah tidak, maksutku aku merindukan hatimu.
Maafkanlah. Aku tak tau harus bagaimana. Tapi tenang saja, aku hanya
merindukanmu, tak berusaha untuk mengusik semua keadaanmu yang sudah baik-baik
saja, tak akan. Aku bukan tipe wanita yang ingin merusak hubungan orang lain,
aku hanya ingin mengutarakan segala yang kurasa dalam bentuk tulisan ini, dan
aku yakin kamupun tak akan sempat membaca tulisan jelekku ini, dan aku juga tak
berharap kamu membacanya karena kalau sampai kamu membacanya mungkin aku akan
tutup muka atau memalingkan wajahku ketika bertemu denganmu. Kalaupun kamu
sempat membaca tulisan ini mungkin kamu akan tertawa terbahak-bahak mendapati
diriku yang bisa dikatakan belum sepenuhnya buang rasa. Oh ya, aku memang tak
berusaha untuk membuang semua rasa yang sudah pernah tercipta, aku hanya ingin
menyempitkan rasa tersebut tanpa harus mengurangi rasa itu sendiri. Jadi tak
usah kuatir aku akan mengusik kehidupanmu, akan kupastikan hal tersebut tak
akan terjadi. Kamu mau tau apa alasannya? Iya karena aku adalah salah satu
seseorang yang sangat mendamba hubungan kalian, aku kagum, aku senang melihat hubungan
kalian berdua, tak tau kenapa, tapi itu benar adanya. Kalian sangatlah cocok.
Gejolak yang saat ini
sedang aku rasakan memang seharusnya tak boleh seperti ini, tak seharusnya aku merindukan
seseorang yang sudah menjadi milik orang lain, tak sepantasnya hal ini terjadi
pada hatiku. Beribu kali ku coba untuk tak merasakan hal seperti ini namun entahlah.
Ini sudah yang kesekian kalinya aku sibuk berdialog dengan hatiku sendiri, aku
lelah menciptakan asumsi-asumsi yang tak pasti seperti ini. Entah sampai kapan
aku akan selalu seperti ini. Proses. Iya benar, ini semua masih dalam kategori
proses. Biarkan saja sekarang ini hatiku berimajinasi, berasumsi, bergelak
sesukanya, sampai tiba saatnya nanti waktu yang meleburkan, mencairkan segala
sesuatunya menjadi jauh lebih baik dan tenang dari sekarang, aku mungkin cukup
lebih bersabar dan menikmati proses seperti ini yang mungkin nanti tak
kurasakan lagi. Tak perlu aku mencari pasangan baru untuk mengobati semua
luka-luka yang sudah menganga lebar dihati. Tak perlu. Jangan pernah
beranggapan kalau setelah putus cinta lalu dapat pasangan baru kita akan merasa
luka lama sudah hilang, atau kita akan merasa menang dari mantan-mantan yang
sudah menyakiti hati kita. Justru itu akan memperlihatkan betapa tak kuatnya
diri kita ketika ditinggalkan. Janganlah bertindak seperti anak kecil. Memilih
sendiri dengan menata hati dan membangun kembali mimpi-mimpi yang dulu sempat
tersingkirkan itu jauh lebih baik.
Wanita yang hatinya tak
tau diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar