1. Kamu masih suka nangis ya karena dia? Wajar sih namanya juga masalah perasaan, lg sedih, galau.
Tapi sesudah nangis, rasanya lega kan? Karena waktulah yang akan menyembuhkan lukanya. Sementara waktu menyembuhkan semua sakitnya, kamu akan bangkit lagi menjadi perempuan yang lebih tegar, kan ini semua demi kebaikanmu sendiri, katamu tadi Allah tahu yang terbaik.
Emang sulit sih, tapi pasti bisa kan? Sadar, kamu udah dewasa. Kenapa harus bersedih lama-lama hanya karena orang yang gak terbaik buat kamu. Sementara yg terbaik selalu ada di sekitarmu, ada orang tua dan keluarga yang sayang sama kamu. Nah bahagiakanlah mereka! Jangan malah bikin mereka sedih karena kamu.
Well, kadang kamu masih merasa kesepian ya? Jalani hari-hari kedepannya bersama orangtua dan keluarga juga sahabat-sahabatmu dong. Keceriaan dan canda-tawa bersama mereka itu harus dinikmati momentnya. Maka cobalah untuk bersikap bahagia. Tersenyumlah untuk menampakkan wajah bahagia sehingga nantinya akan membuatmu lebih tenang dan merasa benar-benar bisa untuk kembali bahagia.
2. Sibukkan diri dengan aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran (Gak terlalu diporsir juga ya) Intinya adalah, sampai kamu lupa untuk memikirkannya.
Namun kalau mulai santai, ada waktu luang pas malam, please deh jangan dengerin lagu-lagu galau. Jangan dgn sengaja memancing aroma kegalauan, karena kalau sudah galau sampe nangis-nangis terkenang dia sampe lelah sendiri, ya makin susah aja ngelupainnya.
Dan satu lagi, jangan sampai pikiran kamu mengembara pas mau tidur lho ya.. Karena yang namanya pikiran itu sangat mudah memikirkan hal-hal yang indah, berkesan, dan menyenangkan. Termasuk memikirkan orang yang dicintai tadi, nah kalau sudah begitu semakin sulit toh melupakannya.
3. Berhenti berinteraksi baik tidak langsung atau secara langsung. Misalnya lewat sms, telpon, social media atau bahkan surat (Hehe yang terakhir udah gak zaman ya). Hapus aja kontaknya dari hape kamu, ini serius lho! Delcont aja dari bbm kamu, block di socmed sekalian.
Jika kamu satu kota, satu kampus, satu kelas bahkan mungkin satu organisasi dengan dia, mungkin kamu perlu menjauhkan diri dari pandangannya atau bahkan lingkungan dimana dia biasa berada. Bahkan lebih ekstrimnya jauhkan muka selama masih diyakini akan muncul bayangannya. (Hadeeh -___-‘’ udah kayak ngehindarin makhluk tak kasat mata ya)
Dan ekstrim ini termasuk membuang benda-benda yang mengingatkan kamu kepadanya, atau simpen di gudang deh cari amannya.
Santai dulu.. Karena bermusuhan Allah tak suka, maka anggaplah ini semua ini tak kan selamanya.. Percayalah ini hanya untuk sementara waktu saja, sampai nanti Allah Yang Maha membolak-balikkan hati meneguhkan hatimu, dan memberi kemudahan bahwa kamu sanggup menjaga hati sebagai bentuk kesanggupan menghadapi cobaan dari-Nya.
4. Jika flashback, pasti teringat dengan kebaikannya atau saat-saat dengannya. Kalo gitu, ya jangan flashback!
Atau setidaknya kalau pikiran secara tidak disengaja seperti ini muncul, maka imbangi ingatan tersebut dengan mengingat-ingat kekurangannya atau saat-saat yang paling menyakitkan menyebalkan dan menyesakkan.
Ini bukan saran mengingat untuk membenci, tapi menurut yang berpengalaman cara ini sangat ampuh mengurangi rasa cinta yang berlebih-lebihan..
5. Cara terkeren adalah membandingkan (Meski tiada banding) rasa cinta kamu kepadanya dengan rasa cinta kepada Allah SWT yang luar biasa besarnya. Karena jika cinta Allah dibandingkan dengan segalanya, yakin deh rasa cinta (yang berlebihan) kepada “cuma manusia” itu gak ada apa-apanya.
Inget, cinta kepada “manusia” itu tak lebih hanya bersifat rasional. Sementara di hati kamu hanya ada cinta sejati kepada Allah SWT.
6. Perbanyak ibadah dan berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Minta kepada Allah untuk membalikkan rasa cinta yg ada kepada si dia menjadi hilang. Ingat, karena Allah yang menguasai hati manusia, maka Allah saja yang mampu membalikkan hati, sehingga hambarlah ia untukmu kedepannya nanti.
Jika kamu mengatakan sudah berdoa kepada Allah tapi malah masih memikirkan semua tentang dia, wah itu berarti kamu tidak ikhlas dan sungguh-sungguh serius meminta Allah untuk membantu melupakannya.
Mungkin yang ada kamu malah tidak ikhlas dengan yg terbaik yang telah Allah tetapkan ini. Jangan-jangan justru dalam hati kecilmu tetap meminta dan masih menginginkan dia. Ck ck pantes. Allah kan tahu isi hatimu..
7. Kalau sudah begini keadaanya sekarang, jangan terlalu berangan-angan untuk barsama kembali sehingga kamu menjadi plin-plan bersikap terhadapnya.
Keinginan hanya akan membuat pikiranmu menjadi sulit melupakannya. Anggap saja dia bukan jodoh, titik!
Karena begitu tertanam pikiran “Ah mungkin saja jodoh” waduuh bisa-bisa tak pernah melupakannya, dan tak akhirnya tak mau membuka hati untuk menangkap radar yang lain.
Serahkanlah pada Allah, udah gitu aja titik!
8. Yakini dunia tidak selebar daun kelor dan cinta bukan hanya untuknya. Mungkin ada cinta lain yang telah Allah tetapkan dan lebih cocok untuk kamu.
Perluas persahabatan, sehingga kamu bisa mendapatkan radar-radar cinta yang lebih cocok dari dari lingkungan persahabatn kamu yang luas tersebut
Saya kutip tulisan ini dari Darwis Tere Liye
Tidak ada komentar:
Posting Komentar